Proyek pembangunan saluran air drainase di Kampung Cabang Pulo Bambu, Desa Sukaindah, , kini menuai sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat.
Sukakarya Deliksandicom
Pasalnya, proyek infrastruktur tersebut diduga dikerjakan tanpa adanya transparansi terkait sumber dan besaran anggaran yang digunakan, sehingga memicu mosi tidak percaya dari warga setempat serta organisasi kemasyarakatan.
Panglima Garda Pasundan Pertanyakan Keterbukaan Informasi Publik
Panglima Garda Pasundan, Sondi, angkat bicara mengenai kejanggalan proyek ini.
Menurutnya, setiap proyek yang menggunakan uang negara wajib mematuhi aturan keterbukaan informasi agar masyarakat dapat melakukan pengawasan secara langsung.
“Kami sangat menyayangkan adanya kegiatan pembangunan drainase yang terkesan ditutupi ini. Di lokasi proyek tidak ditemukan adanya papan informasi proyek.
Ini jelas menabrak Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Anggarannya dari mana? Nilainya berapa? Siapa kontraktornya? Semua dipertanyakan. Kami mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan memeriksa proyek drainase di Kampung Cabang Pulo Bambu ini,” tegas Sondi saat memberikan statemen kepada awak media.
Warga Keluhkan Mutu dan Kekhawatiran Anggaran Siluman
Keresahan serupa disampaikan oleh perwakilan masyarakat setempat yang sehari-hari melintasi dan tinggal di sekitar lokasi pembangunan. Warga merasa haknya untuk tahu dipangkas oleh pihak pelaksana proyek.
“Kami sebagai warga sebenarnya senang ada perbaikan saluran air supaya kampung tidak banjir.
Tapi kalau papan proyeknya saja tidak ada, kami jadi curiga ini anggaran dari mana.
Jangan sampai ini jadi proyek siluman yang kualitasnya asal-asalan demi mencari keuntungan sepihak. Kami ingin kejelasan, berapa anggaran yang diturunkan untuk kampung kami ini,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait belum dapat dikonfirmasi mengenai kepastian sumber dana dan detail teknis pengerjaan drainase tersebut. Pihak Garda Pasundan bersama warga menegaskan akan terus mengawal jalannya proyek ini hingga transparansi anggaran direalisasikan di lapangan.( Red)
