Deliksandi // Bekasi, Bank sampah nusa indah makmur, TPSS (Tempat Penampungan Sampah Sementara) yang berlokasi di jalan raya Marunda makmur RT 002 RW 008 desa segara makmur, kecamatan Tarumajaya, kabupaten Bekasi butuh perhatian dari pemerintah daerah maupun provinsi, yang saat ini belum memiliki mesin untuk mengelola sampah tersebut,
Selain itu, kurangnya dukungan dari pemerintah setempat dan daerah, yang bertujuan untuk pengelolaan sampah di TPSS segara makmur, dengan memahami kondisi saat ini dan tantangan yang dihadapi, pengelola TPSS berharap dari pemerintah dapat memberikan rekomendasi yang berguna untuk meningkatkan pengelolaan sampah yang ada di TPSS segara makmur agar menjadi maksimal, Sabtu (2/5/2026).
H. Arsat pelaksana TPSS segara makmur menyampaikan, saya berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Tarumajaya khususnya dalam mengelola sampah secara lebih tertib dan ramah lingkungan agar tidak ada lagi sampah yang Berserakan di jalan maupun di kali.
Untuk TPSS (Tempat Penampungan Sampah Sementara) di buka dari 2 Desember 2025 sampai hari ini 2 mei 2026, Alhamdulillah berjalan lancar sesuai harapan, antusias dari warga masyarakat sekitar sudah banyak yang peduli dan mengucapkan terimakasih atas tersedianya TPSS di segara makmur, masyarkat sangat supot dan mendukung keberadaan TPSS ini, tuturnya.
Masih kata H. Arsat, untuk saat ini sampah-sampah yang di kelola masih dari masyarakat sekitar segara makmur karena program kita memang untuk wilayah segara makmur yang kita gunakan dan kita kelola adalah sampah dari masyarakat sekitar, kita sediakan grobak pengangkut sampah di setiap RT, dan ada juga warga yang membuang sampahnya secara langsung ke lokasi ini dari jam 5 pagi sampai jam 12 malam TPSS segara makmur di buka, ujarnya.
Untuk para pekerja yang memilih sampah ada 4 orang laki-laki dan 3 orng wanita untuk bagian adminitrasi total ada 7 orang pekerja, untuk grobak pengangkut sampah ada 23 yang di sediakan oleh pemerintah desa di masing-masing RT.
Untuk kapasitas sampah sehari yang masuk ke TPSS sekita 3 ton lebih, untuk sampah yang sudah terkumpul kita pilah pilih seperti botol, kertas/kardus, plastik sekita ada 20 persen yang dapat di pilah dan sisanya sekitar 80 persen sampah yang harus kita buang ke TPA Burangkeng kabupaten Bekasi dengan menggunakan mobil damtuk milik suasta yang sudah dapat ijin dari TPA Burangkeng, tuturnya.
Suka dan dukanya mengelola sampah tersebut karena kita belum bisa buat program mengolah sampah, karena kita terbentur dengan peralatan seperti mesin pencacah dan mesin daur ulang kita belum punya, jadi sampah tersebut kita kirim ke TPA burangkeng melalui mobil suasta dengan biaya sekali angkut 1500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah).
Harapan kami dari pemerintah desa dapat mendukung program ini agar berjalan lancar sesuai yang kita harapkan agar sampah ini dapat di kelola dengan baik, dan untuk pemerintah daerah kabupaten Bekasi agar dapat mendukung dan memberikan mesin untuk mengelola Samah tersebut, dan juga untuk pemerintah daerah provinsi Jawa Barat, agar sampah yang ada di segara makmur dapat di lihat khususnya TPSS ini, kami sangat sangat berharap sekali agar bisa di bantu dari pemerintah daerah dan provinsi. karena saat ini beluma ada mesin untuk daur ulang pencacah atau mwain yang lainnya, ungkapnya,”(Cep)
