Proyek Rehabilitasi SDN 1 Sukawijaya Diduga Tanpa Pengawasan, Warga dan Garda Pasundan Angkat Bicara
BEKASI – Deliksandicom
Kegiatan proyek rehabilitasi total di SD Negeri 1 Sukawijaya, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, menuai sorotan tajam. Pasalnya, pelaksanaan pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut diduga kuat berjalan tanpa adanya pengawasan ketat dari pihak konsultan pengawas, pengawas dinas, maupun Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di lokasi proyek.
Kondisi ini memicu kekhawatiran dari warga setempat serta organisasi kemasyarakatan terkait potensi penurunan kualitas bangunan yang didanai oleh uang rakyat tersebut.
Dugaan pembiaran dan lemahnya pengawasan proyek rehabilitasi sekolah oleh konsultan, pengawas internal, dan PPTK.
Pelaksana proyek, Dinas terkait, serta disuarakan oleh warga setempat dan Panglima Garda Pasundan, Sondi.
SD Negeri 1 Sukawijaya, Kabupaten Bekasi.
Berlangsung selama masa pelaksanaan rehabilitasi berjalan (Oktober 2026).
Tidak ditemukannya para pejabat pengawas dan konsultan di lokasi kerja secara berkala guna memastikan spesifikasi teknik dipatuhi.
Mengakibatkan kekhawatiran warga dan ormas akan mutu material serta potensi kerugian anggaran daerah.
Pengadaanpro.com
Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya di lapangan.
Menurutnya, sejak proyek dimulai, batang hidung pihak pengawas maupun konsultan sangat jarang terlihat memantau langsung para pekerja.
“Kami selaku masyarakat ingin bangunan sekolah anak-anak kami ini kokoh dan aman.
Tapi kalau tidak ada konsultan pengawas atau PPTK yang memonitor, bagaimana kita tahu material dan metode kerjanya sudah sesuai aturan standar atau belum? Jangan sampai nanti setelah selesai malah cepat rusak,” ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi sekolah.
Senada dengan keluhan warga, Panglima Garda Pasundan, Sondi, angkat bicara dan mengecam keras kelalaian pengawasan tersebut.
Sondi menegaskan bahwa proyek fasilitas publik bernilai besar tidak boleh dibiarkan berjalan secara ‘liar’ tanpa kendali mutu dari instansi yang bertanggung jawab.
“Kami dari Garda Pasundan memantau langsung kondisi di lapangan.
Sangat disayangkan, proyek rehabilitasi SDN 1 Sukawijaya ini terkesan dibiarkan tanpa pengawasan dari konsultan pengawas maupun PPTK dinas terkait. Ini adalah uang rakyat, anggaran negara, bukan proyek pribadi. Pengawasan yang mandul seperti ini membuka celah terjadinya pengurangan kualitas kerja atau bahkan potensi penyimpangan anggaran,” tegas Sondi.
Sondi juga mendesak Kepala Dinas terkait dan jajaran inspektorat untuk segera turun ke lapangan guna mengevaluasi kinerja PPTK dan konsultan pengawas yang telah ditunjuk. Ia menegaskan, Garda Pasundan akan terus mengawal jalannya proyek ini demi memastikan hak belajar anak-anak di SDN 1 Sukawijaya mendapatkan fasilitas gedung yang benar-benar layak dan aman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana maupun PPTK dari dinas terkait belum dapat dikonfirmasi mengenai ketidakhadiran tim pengawas di lokasi proyek tersebut.( Red)
